Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2016-08-22 | Waktu : 11:30:02
FDK Bekerjasama Harian Waspada dalam Seminar Manajemen Masjid

Ada sekitar 1.069 masjid di Kota Medan, namun sebagian besar pengelolaan masih dilakukan secara konvensional dan tidak difungsikan secara maksimal. Padahal selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid juga dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas keagamaan dan sosial sekaligus sarana penguatan ukhuwah Islamiyah. Karenanya, pengelolaan masjid harus dilakukan secara profesional.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin pada Seminar Nasional Manajemen Masjid di Grand Kanaya Hotel, Jalan Darussalam Medan yang diselenggarakan Harian bekerja sama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Sabtu (20/8).

Mantan Sekda Kota Medan ini berharap agar pengurus masjid harus sering berada di masjid. Dengan demikian, pengurus dapat mengetahui keinginan para jamaah. Di samping itu, pengurus masjid juga harus menjadi contoh bagi para jamaah dalam memakmurkan masjid.

Eldin selanjutnya berharap agar seminar seperti ini tidak berhenti begitu saja. Dia ingin seminar ini terus digelorakan dalam upaya untuk me-Manage Masjid menjadi lebih baik ke depannya, termasuk memakmurkannya.

Panitia Seminar Nasional Manajemen Masjid, Prof. Dr H Abdullah MSi, menjelaskan sedikit latar belakang seminar ini. Dimana selama ini masjid tidak difungsikan secara maksimal. Padahal, masjid memiliki fungsi sangat luas, selain tempat sujud dalam arti ibadah. Masjid juga sebagai tempat sujud dalam arti kebudayaan yaitu sebagai sentral kegiatan umat.

“Untuk itu dituntut peran serta masjid sehingga para remaja ini terhindar dari perilaku negatif, khususnya terlibat narkoba. Sebab, tidak sedikit remaja saat ini yang menjadi korban akibat terjebak narkoba. Itu sebabnya kita ingin masjid menjadi sentral kegiatan umat Islam,” kata pria yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara ini, Selasa (16/8).

Dari sekitar banyak masalah yang di hadapi masjid, salah satunya menyangkut sertifikasi masjid. Saat ini baru 5 persen masjid di Kota Medan yang memiliki sertifikat. Padahal banyak masjid yang sudah berdiri 20 sampai 30 tahun namun belum memiliki sertifikat. Untuk itu mereka ingin bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga masjid dapat secepatnya memiliki sertifikat.

“Apabila masjid telah memiliki sertifikat, wakif (orang yang mewakafkan, red) maupun orang-orang yang membangun masjid akan merasa aman bahwa masjid yang mereka bangunan sudah terhindar dari gangguan buruk yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Pemimpin Umum Harian Waspada , dr Hj Rayati Syafrin, mengatakan manajemen masjid tidak hanya terfokus kepada sarana fisik ibadah semata. Karena itu, pemikiran seperti ini perlu dikembangkan, sebab dalam paradigma manajemen masjid pada hakikatnya adalah pendayagunaan masjid dalam berbagai multifungsi untuk kepentingan dan basis dakwah.

Jika masjid dikelola dengan baik, kata Rayati, tidak saja masjid sebagai pusat ibadah semata tetapi juga menjadi sentral kegiatan umat. Hal ini tentunya akan berkontribusi kepada peradaban Islam, khususnya di Kota Medan.

Sumber : Waspada Online