Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-03-04 | Waktu : 15:07:21
DEKAN FDK UINSU SOSIALISASIKAN KEPUTUSAN DIRJEN PENDIS

Medan: Dekan FDK UIN Sumatera Utara Dr. Soiman, MA, mensosialisasikan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 102 tahun 2019 tentang standar keagamaan pendidikan tinggi keagamaan Islam disela-sela kegiatan rapat dosen menjelang  pelaksanaan perkuliahan semester genap 2018-2019 di aula FDK UINSU, Senin (4/03).

 Dalam sosialisasi tersebut, dekan menyampaikan 4 standar keagamaan berdasarkan keputusan Dirjen Pendis, pertama, standar keagamaan pada kompetensi lulusan, meliputi kualifikasi kemampuan sikap, terdiri atas berperilaku berdasarkan Pancasila, UUD 1945, norma Islam yang toleran, inklusif, moderat, beribadah dengan baik, dan berakhlak mulia. Kualifikasi kemampuan pengetahuan, terdiri atas memiliki kemampuan falsafah ilmu keislaman yang integratif dengan bidang ilmu tertentu. Kualifikasi kemampuan keterampilan, yang terdiri atas kemampuan baca dan tulis Alquran, berbahasa Arab, mengamalkan ibadah, seni islami, berdakwah, kepemimpinan, bekerja sama, dan kemapuan menyelesaikan masalah-masalah kehidupan.

Kedua, standar keagamaan isi pembelajaran yang terdiri atas upaya pengembangan ilmu-ilmu keislaman, capaiannya terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran bersifat kemandirian, serta mengandung nilai-nilai akidah, ibadah, dan akhlak.

Ketiga, standar keagamaan pada proses pembelajaran, meliputi karakteristik proses pembelajaran yang capaiaan pembelajarannya sesuai dengan nilai-nilai islami, berakhlakul karimah, arif dan bijaksana, serta kesucian jiwa. Perencanaan pembelajaran disusun secara terbuka, dialogis, dan membuka ruang untuk perbaikan. Pelaksanaan pembelajaran dalam bentuk interaksi antara mahasiswa dan dosen secara humanis, andragogic, berpakaian sopan, dan wajah terbuka. Proses pembelajaran kurikuler dan ekstra kurikuler meliputi pemahaman dan implementasi nilai serta norma agama Islam dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, inklusivisme, moderatisme, dan ke-Indonesiaan.

Keempat, standar keagamaan dosen, yang terdiri atas berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan melaksanakan ajaran Islam moderat, memiliki kompetensi dasar-dasar keislaman, dan memiliki publiokasi ilmiah dan mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dengan disiplin ilmu yang lain

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para dosen tetap dan tidak tetap serta guru besar, di antaranya Prof.Dr. H.Asmuni, M.Ag, dan Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si. (rbn)