Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2014-12-09 | Waktu : 14:29:36
SARJANA HARUS JADI PELOPOR DAN INOVATOR

Yudisium Sarjana FDK UIN Sumatera Utara berlangsung di Aula FDK Kamis, 4 Desember 2014. Yudisium diikuti oleh para sarjana dari semua jurusan yaitu KPI, BPI, MD dan PMI. Hadir dalam yudisium tersebut Dekan FDK, para Wakil Dekan, para Guru Besar, para Ketua dan Sekretaris Jurusan, Para Kepala laboratorium, para Dosen dan Alumni diantaranya H. Isma Fadly Ardya P, S.Ag, SH, MH, Mantan anggota DPRDSU dari partai Golkar, Aja Syahri, S.Ag Ketua PPP Kota Medan, Drs. Bustami Manurung dari PBB dan Daud Sagita, MA mantan Caleg 2014 kota Medan dari PPP, dan yang lainnya.

Acara diawali dengan pembukaan sidang senat terbuka oleh Dekan FDK Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si, pidato Dekan dan yudisium sarjana. Kemudian, pemberian sertifikat kepada para wisudawan terbaik, sambutan dari wisudawan terbaik, sambutan mewakili orang tua wisudawan dan sambutan mewakili alumni yang disampaikan oleh H. Isma Fadly Ardya P, S.Ag. Setelah yudisium diadakan pertemuan dengan para alumni dalam sebuah acara dalam bentuk dialog publik yang bertajuk "Dakwah Siyasah". Acara ini sangat menarik karena para alumni yang berkecimpung dalam bidang politik berbagi pengalamannya selama menggeluti atau berjibaku dalam panggung dan kancah dunia politik, disamping memberikan pandangan dan opini terkait wadah berhimpun yaitu HAFDAKOM yang sangat strategis menjadi  sarana pendukung dalam mencapai keberhasilan.

Dekan FDK Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si dalam pidatonya menyampaikan bahwa Fakultas Dakwah sejak 15 Maret 2013 telah berubah namanya menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi berdasarkan peraturan Menteri Agama RI No. 14 Tahun 2013. Kepada para wisudawan Dekan mengatakan "jadilah pelopor dan inovator" di tengah masyarakat. Harapannya agar menjaga nama baik almamater dan ilmu yang diperoleh bermanfaat. Bagi yang memiliki kemampuan ekonomi agar melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (S2), karena tantangan ke depan semakin berat. Terlebih menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun depan yang menuntut kesiapan dalam menghadapi persaingan global di berbagai bidang baik ekonomi, sosial maupun budaya.

H. Isma Fadly mewakili alumni dengan gayanya yang khas mengemukakan bahwa sebagai alumni seyogyanya merasa terpanggil terhadap almamater untuk bersama-sama dengan civitas akademika FDK berkontribusi dalam membangun kemajuan, terlebih lagi kini IAIN telah bertransformasi menjadi UIN dimana semakin dituntut untuk melakukan perubahan dalam berbagai bidang ke arah yang lebih baik sebagaimana tuntutan sebuah universitas. Beliau menambahkan bahwa apa yang telah dilakukan Dekan Bapak Prof. Abdullah patut diapresiasi karena nampak kemajuan yang dicapai. Termasuk dengan melibatkan dan memberdayakan alumni dalam berbagai even yang dilakukan fakultas. Kiranya sinergi dengan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan dalam rangka membangun jaringan guna mencapai kemajuan dan keberhasilan sebagaimana yang diharapkan. Hal ini sangat penting dan merupakan sebuah keniscayaan (ats).