Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2015-03-31 | Waktu : 12:10:46
FDK UIN - SU KERJASAMA DENGAN AED LIFELONG LEARNING CENTRE PULAU PINANG MALAYSIA

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN-SU serta seluruh Prodi terdiri dari Komunikasi 

Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Manajemen Dakwah (MD) dan Pengembangan 

Masyarakat Islam melakukan kerjasama dengan Lembaga The Asean Education Development Of Human 

Resources  (AED) Life Long Learning Centre Pulau Pinang Malaysia, hari Senin 23/03/2015 di Aula FDK 

UIN-SU. Dekan FDK UIN-SU Prof. Dr. Abdullah, M.Si pada kata sambutannya mengatakan, FDK UIN-SU 

dalam pengembangan dan peningkatan peformancenya berusaha membangun kerjasama ke berbagai 

Perguruan Tinggi dan lembaga baik secara nasional maupun internasional. Kerjasama ini bertujuan untuk 

memanfaatkan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh kedua belah pihak secara maksimal dan sebaik-

baiknya, agar lebih berhasil dalam pengembangan kedua lembaga. Serta mendorong peningkatan kualitas 

Tri Darma Perguruan Tinggi  FDK UIN-SU. Menurut Dekan terdapat beberapa point penting untuk dilakukan 

kerjasama : Pertama, Penguatan Tukar Menukar Kepakaran Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya 

Manusia Antara Kedua Lembaga. Kedua, Penguatan Penelitian Bersama Dalam Wilayah Asia Tenggara. 

Ketiga, Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Seminar, Workshop dan lainnya. Keempat, Memberikan 

Kemudahan Dalam Proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Kelima, Mengakomodasi Penerbitan Jurnal 

Internasional. 

Chairman, The Asean Education Development Of Human Resources  (AED) Life Long Learning 

Centre Pulau Pinang Malaysia, Dr.  Abdulhalim Bin Syeikh H. Ismail Ibnu SyaidDinaa Al-Bar, mengatakan, 

Lembaga ini adalah merupakan centre bergerak di bidang Bahasa, Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan 

Kepemimpinan yang berpusat di Pulau Pinang Malaysia. Saat ini program yang dilakukan AED Life Long 

Learning Centre adalah membawa para Imam mesjid sebanyak 40 orang dari Thailand ke FDK UIN-SU. 

Tujuannya adalah menggali berbagai informasi dan wawasan tentang Pengelolaan Mesjid di FDK UIN-SU 

yang secara kebetulan Manajemen Mesjid merupakan salah satu mata kuliah yang dikembangkan  di FDK 

UIN-SU. Dari informasi penting yang digali dari FDK UIN-SU menjadi sumber inspirasi dan motivasi 

pengembangan mesjid di Thailand.

Prof Dr. Abdullah, M.Si dalam penjelasannya mengatakan, di Indonesia proses pendirian mesjid 

dilakukan dalam  tiga bentuk : Mesjid dibangun oleh negara dan BUMN milik negara, mesjid dibangun 

melalui partisipasi masyarakat dan mesjid dibangun orang secara pribadi dalam bentuk zakat infak dan 

sadakah seseorang tersebut. Proses penunjukan Imam  dan Khatib dilakukan melalui kebijakan Badan 

Kesejahteraan Mesjid (BKM) dengan mengatur jadwal pertahun. Tentunya ini berbeda dengan Malaysia, 

dimana Imam dan Khatib mempunyai sertifikat untuk memperkuat kapasitasnya. Mata kuliah Manajemen 

Mesjid menjadi mata kuliah penting di FDK khususnya Prodi MD. Pengelolaan mesjid tidak saja pada aspek 

organisasi BKM, keuangan juga diperkaya dengan penguatan Imam mesjid itu sendiri. Oleh karenanya 

Kedatangan Para Imam dari Thailand ke FDK UIN-SU merupakan langkah tepat untuk memperkaya 

pemahaman kemesjidan dan aspek-aspeknya. Diakhir pertemuan FDK UIN-SU dan AED Life Long 

Learning Centre melakukan penandatangan Nota Kesepakatan Kerjasama kemudian dilanjutkan dengan 

seluruh Prodi yakni Prodi BPI, KPI, MD dan PMI.