Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2015-05-15 | Waktu : 09:47:52
FDK UIN-SU ; ANTISIPASI PEMILUKADA SERENTAK SUMUT

Fakultas Dakwah & Kumunikasi (FDK-UINSU) Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), hari Rabu, tgl 06 Mei 2015 di Pusat Bahasa & Budaya UIN-SU, menyelenggarakan Seminar Sehari “Menakar Kondusifitas Pemilukada Serentak Sumut”  Wakil Dekan I, Drs. Sahdin Hsb, M.Ag, mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak untuk gelombang pertama untuk kepala daerah yang masa jabatannya berakhir 2015. Tanpa terkecuali daerah Sumatera Utara, tercatat ada 14 Kab/Kota yang melaksanakan Pemilukada serentak 2015 yaitu : Medan, Serdang Bedagei, Tapanuli Selatan, Toba Samosir, Binjai, Labuhan Batu, Asahan, Sibolga, Pakpak Barat, Humbang Hasundutan, Samosir, Pematang Siantar, Simalungun dan Labuhan Batu Utara. Jika ini terwujud demokrasi Indonesia semakin mengalami kemajuan, namun dibalik itu potensi konflik bahagian yang tidak terlepaskan. Persoalannya setiap konflik yang terjadi pasti mengalami kerugian yang berimplikasi kepada  stabilitas ekonomi dan stabilitas politik daerah maupun negara. Sejatinya konflik akan mempengaruhi harmonisasi masyarakat bahkan berkembang kepada SARA. Sebagai masyarakat dan daerah yang selalu menjunjung keutuhan NKRI hal ini harus ditolak secara bersama dan selalu mengkedepankan kerukunan – bebas konflik – keamanan dan kedamaian adalah sebuah keniscayaan. Peran serta masyarakat serta Perguruan Tinggi dibutuhkan dalam mendorong dan mendukung Pemilukada serentak.

Ketua Prodi BPI Dr. Nispul Khoiri, MA menambahkan, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan. Tidak bermaksud mengevaluasi lebih dini kinerja pemangku kepentingan pemilukada (KPU – Panwas – Kapoldasau dan lainnya) tetapi ada jaminan bahwa pemilukada serentak 2015 berlangsung aman – damai dan berkualitas. Tidak tertutup kemungkinan justru dengan Pemilukada serentak cukup rentan dengan konflik jika tidak tangani secara fokus. Output kegiatan ini FDK UIN-SU Prodi BPI turut memperkuat pemahaman kalangan mahasiswa untuk antisipasi konflik menjelang Pemilukada Serentak di Sumut, disamping mewaspadai serta   mencari solusi antisipasi konflik Pemilukada serentak di daerah ini. Oleh karenanya seminar ini menghadirkan Ketua KPU Sumut Mulia Banuereya, Kapolda Sumut diwakili dan Psikolog UMA Ibu Atika Rahmi, M.Psi.   Mulia Banueriya mengatakan, Pemilukada serentak 2015 akan berjalan aman damai dan sukses. KPU sebagai penyelenggara Pemilukada telah meletakkan garis besar tahapan - tahapan Pemilukada, mulai dari perencanaan program anggaran sampai kepada penetapan calon terpilih pasca penyelesaian sengketa. Semuanya berjalan terukur dengan baik. Sementara  Kapolda mengatakan antisipasi POLDA  penanggulangan konflik Pemilukada serentak dilakukan adanya pengamanan pada tahapan – tahapan proses kerja internal penyelenggara pemilukada.  Atika Rahmi, M.Psi mengatakan sumber konflik potensi menjelang pemilukada maupun pasca pemilukada yaitu adanya mobilisasi politik atas nama etnik , agama, daerah dan darah. Konflik yang bersumber saat kampanye negatif antar pasangan calon kepala daerah. Konflik bersumber dari premanisme politik dan pemaksaan kehendak.

Ketua Panitia Salianto, M.Psi menegaskan seminar ini diikuti sebanyak 100 orang mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Sumatera Utara dengan tujuan  memberikan  sosialisasi - penyuluhan proses Pemilukada di Sumut dan memperkuat semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mempertahankan NKRI di Kalangan Mahasiswa