Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2015-06-16 | Waktu : 08:21:53
SARJANA AGEN PERUBAHAN SOSIAL

Medan (Waspada): Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (UIN) Sumatera Utara Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si mengatakan bahwa usaha yang sungguh-sungguh kini telah membuahkan hasil. “Jadilah sebagai agen perubahan di tengah-tengah masyarakat dengan memberikan keteladanan sesuai dengan tema yudisium kali ini yaitu mewujudkan sarjana muslim profesional dan berkarakter”, tegas Dekan pada Yudisium Sarjana ke-7 Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara semester genap 2014/2015 di Achmad Tahir Hotel (Akademi Pariwisata) Medan, Senin (1/6).

Dekan mengatakan bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara berdiri Tahun 1983, sejak 15 Maret 2013 Fakultas Dakwah telah berubah nama menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Perubahan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI, Nomor 14 Tahun 2013. IAIN Sumatera Utara juga telah berubah nama menjadi UIN Sumatera Utara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 131 Tahun 2014. Yudisium ini merupakan yang pertama kali menggunakan nama UIN Sumatera Utara.

Sejak 1987 hingga yudisium saat ini, FDK UINSU telah menghasilkan sebanyak 2. 614 alumni. Yudisium diikuti oleh 118 orang Sarjana terdiri 17 orang dari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 46 orang dari Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), 24 orang dari Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan 31 orang dari Jurusan Manajemen Dakwah (MD). Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh paduan suara mahasiswa FDK UINSU, pembacaan ayat suci Alqur`an oleh Bagus Prayogo, dan do`a oleh Drs. H. Muaz Tanjung, MA. Pembukaan sidang senat terbuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si, pidato Dekan, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. H. Moh. Hatta, dan yudisium sarjana. Pemberian cendramata kepada dosen purnabakti Dr. M. Jamil Iba, sertifikat bagi para wisudawan terbaik, yaitu Irma Suryani dari jurusan BPI dengan IPK 3,92, Gina Bita Pepayosa dari jurusan PMI dengan IPK 3,90, Muhammad Rendi Ramanda dari jurusan MD dengan IPK 3,79, dan Reza Yolanda Putri dari jurusan KPI dengan IPK 3,73. Sambutan mewakili wisudawan oleh Irma Suryani, mewakili alumni FDK UINSU oleh H. Ance Selian, S.Ag, serta diakhiri dengan penutupan sidang senat terbuka, hiburan dan makan bersama.

Dekan menambahkan bahwa keberhasilan anak-anak kami tidak lepas dari perjuangan, pengorbanan, dan do`a dari orang tua. Kepada para sarjana yang diwisuda agar menjaga nama baik almamater. Semoga ilmu yang diperoleh selama belajar di FDK dapat berguna untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan agama. Bagi yang memiliki kemampuan ekonomi agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu S2 dan S3. Kehidupan mendatang semakin penuh dengan tantangan, terlebih saat diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Tahun 2015. Untuk itu perlu kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan global, baik dalam bidang ekonomi, sosial maupun budaya. Kiranya para wisudawan dapat belajar kepada para alumni yang telah sukses dalam berbagai bidangnya masing-masing, seperti Mubaligh/Da`I, Pegawai/birokrat, TNI/Polri, Wirausaha, Jurnalis, dan Pengurus Partai Politik/anggota DPR.  Kepada Dr. M. Jamil Iba yang memasuki masa Purnabakti, Dekan mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya di FDK selama ini. Bapak tidak hanya sebagai seorang pengajar, tetapi juga pendidik yang  telah memberikan keteladanan, kejujuran, amanah dan istiqomah dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran. Semoga apa yang telah dilakukan dapat menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada para alumni yang telah berkontribusi dalam pengembangan FDK UINSU.

Prof. Dr. H. Moh. Hatta dalam pidato orasi ilmiahnya yang berjudul Model Dakwah Post Modern mengatakan bahwa belakangan ini di kalangan umat Islam terdapat pemahaman agama yang fundamental dan radikal yang terkadang bertindak menggunakan kekerasan. Pemahaman semacam ini dapat dikatakan sebagai penganut aliran garis keras. Tampilan ini mengesankan wajah Islam yang kurang ramah, damai, menyejukkan dan toleran. Secara perlahan pemahaman ini merebut perhatian umat dalam memaknai perubahan. Untuk itu fenomena ini kiranya perlu mendapatkan kajian yang mendalam. Pemahaman fundamental dan radikal itu bukan watak asli umat Islam. Fundamental dalam arti menegakkan ajaran Islam merupakan suatu keniscayaan. Tetapi cara atau metode penerapannya tidak boleh dilakukan dengan kekerasan. Sebab hal itu paradoks dengan ajaran Islam yang mengharuskan agar dakwah disampaikan dengan cara yang lemah lembut dan penuh hikmah.

H. Ance Selian, S.Ag Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Utara dalam kata sambutan mewakili alumni mengatakan bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi dapat mengikuti perkembangan bahkan bersaing dengan fakultas lainnya. Banyak bekal yang diperoleh dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi sehingga dapat digunakan untuk bertarung dalam pentas kehidupan. Sebagai alumni seyogyanya merasa terpanggil terhadap almamater secara bersama-sama dengan civitas akademika untuk dapat berkontribusi dalam membangun dan memajukan FDK agar semakin jaya. Beliau juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan Dekan Prof. Dr. Abdullah, M.Si hari ini patut untuk diberi apresiasi sebab nampak kemajuan yang dicapai, termasuk dengan melibatkan dan memberdayakan alumni dalam berbagai even yang dilakukan. Kiranya sinergi dengan berbagai pihak dapat terus dijalin dan dikembangkan dalam rangka membangun jaringan guna mencapai keberhasilan. Hal ini sangat penting dan merupakan sebuah keniscayaan.

Hadir dalam yudisium tersebut unsur pimpinan dan anggota senat FDK UINSU, para dosen, dan alumni. Diantaranya Wakil Dekan,I Drs. Sahdin Hasibuan, MA, Wakil Dekan II Drs. H. Al-Asy`ari, MM, Wakil Dekan III Drs. Abdurrahman, M.Pd, para ketua dan sekretaris jurusan, kepala laboratorium konseling Mukhtaruddin, MA dan kepala laboratorium media Ahmad Tamrin Sikumbang, MA. (ats).