BANDUNG – Guru besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UINSU, Prof Dr. Anang Anas Azhar MA, sukses meraih penghargaan (Award) tertinggi sebagai penulis buku produktif versi Perkumpulan Manajer Pendidikan Indonesia (Perma Pendis) Indonesia Tahun 2026, di Hotel Grand Pasundan dan Convention Hotel, Senin (27/04/2026).
Selain Prof Anang Anas Azhar yang akbar disapa Prof AAA, dua guru besar lainnya dari UINSU Prof Dr Tien Rafida, M.Hum, CT (Dekan FITK UINSU) juga menerima Award sebagai Dekan dengan Program Unggulan Terbaik, dan Prof Dr Candra Wijaya M.Pd, CT (Wakil Dekan I FITK UINSU) penerima Award profesor transformatif versi Perma Pendis Tahun 2026.
Pernghargaan kepada tiga guru besar UINSU itu, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Perma Pendis Indonesia Nomor : C.017/SK/DPP/PPI/IV/2026 tanggal 25 April 2026, langsung ditandatangani Ketua Perma Pendis Indonesia, Prof Dr H Badrudin, M.Ag, CIIQA, CEAM.
Ketua Perma Pendis Indonesia Prof Badrudin dalam sambutannya mengatakan, penghargaan ini merupakan kehormatan tersendiri bagi para dosen, profesor dan praktisi pendidikan yang sukses di bidangnya. Penghargaan ini juga, sebagai bentuk perhatian serius Perma Pendis Indonesia kepada para akademisi, birokrat yang berprestasi di bidangnya.
“Saya berpesan melalui prestasi ini, sampaikan ke rektor masing-masing, bahwa prestasi ini penting dalam melengkapi trekopgnisi perguruan tinggi masing-masing. Prestasi menjadi sangat penting karena tim melakukan seleksinya sangat selektif,” katanya.
Prof Badrudin mengharapkan ajang ini menjadi dorongan moral bagi insan pendidikan Islam untuk terus berinovasi, memperkuat mutu kelembagaan, dan menjaga marwah pendidikan sebagai jalan pembangunan peradaban bangsa.
“Penghargaan bukan akhir dari perjalanan, melainkan tanda bahwa kerja akademik, kepemimpinan, dan pengabdian harus terus diperluas dampaknya. Singkatnya, piala boleh mengilap, tetapi yang paling penting adalah gagasannya tetap menyala,” katanya.
Selain tiga guru besar UINSU ini menerima Award Perma Pendis Indonesia, panitia juga mengumumkan beberapa kategori Award, seperti dosen inspiratif, kaprodi inspiratif, innovator pendidikan, kepala sekolah transformatif, kepala madrasah transformative, aktivis pendidikan inspiratif, pemuda inovatif, dosen inovatif dalam pembelajaran, rektor inovatif dalam pengembangan kampus, wakil dekan inspiratif, pengawas PAI inspiratif, pengelola pesantren inspiratif, peneliti produktif, tokoh pemuda inovatif dan penghargaan kepada dekan Perempuan inspiratif.
Prof Tien, Prof Canda dan prof Anang mengaku bangga atas penghargaan yang diterima ini. Penghargaan ini menjadi motivasi kepada para dosen lainnya di UIN Sumatera Utara, tidak memandang dari mana asal latar belakang pendidikannya.
“Saya dari disiplin komunikasi Islam. Tapi saya bangga menerima penghargaan ini. Semoga dapat mendorong dosen-dosen lainnya di UINSU, menerima penghargaan seperti ini,” kata Prof Anang sebagai guru besar Bidang Komunikasi Politik Islam UINSU ini.
Prof Tien dan Candra juga menyampaikan, rasa terimakasihnya atas dukungan Rektor UINSU yang terus memberikan dorongan terhadap peningkatan kualitas dosen di UINSU. “Kamis ucapkan terimakasih kepada ibu rektor. Semoga dapat memberikan manfaat yang banyak untuk pengembangan UINSU,” katanya. **
