Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2015-09-08 | Waktu : 12:52:31
IQRA’

Iqra’ merupakan ayat yang pertama diturunkan dalam QS Al-‘Alaq:1dan 3 bukan iman, bukan ihsan, dan bukan pula ibadah lainnya.  Hal ini berarti perintah  membaca bagi umat Islam  merupakan suatu yang urgen untuk dilaksanakan. Sedemikian pentingkah membaca sehingga ayat yang pertama diturunkan Allah adalah perintah membaca, sudah pasti jawabnya ya. Membaca adalah jendela dunia untuk membuka tabir  ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad saw telah menggaransi manusia untuk mendapatkan dunia dan akhirat hanya dengan ilmu,”Siapa yang menginginkan  dunia maka wajib atasnya ilmu, siapa yang menginginkan akhirat maka wajib atasnya ilmu dan siapa yang menginginkan keduanya juga wajib atasnya ilmu (HR Bukhari dan Muslim). Begitu juga dalam hadist lainnya disebutkan ,”Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat,” (HR Muslim).

            Ilmu  formal  dimulai dari tingkat yang paling dasar yakni Sekolah Dasar (SD) sampai dengan mahasiswa S3 program pascasarjana. Siswa SD agar bisa memahami semua bidang studi yang diajarkan gurunya  harus bisa membaca. Jika tidak dapat dipastikan bahwa sang anak tidak akan bisa mengikuti pelajaran apapun seperti: IPA, IPS, Matematika, dan semua pelajaran yang lainnya. Begitu juga sampai kepada mahasiswa S3 haruslah banyak membaca untuk memahami teori sebagai pisau analisis yang digunakan dalam membahas masalahnya.

            Secara umum ada tiga hal yang perlu dibaca yakni (1) yang tersurat (tertulis), (2) yang tersirat (tidak tertulis) bahkan yang tersuruk ‘ tersembunyi’ pun perlu dibaca. Adapun yang tersurat,  tentu saja ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keilmuwan masing-masing, perlu juga ditambah bacaan yang umumnya  dibutuhkan seperti: agama, kesehatan, psikologi, sosial dan ilmu lainnya. Yang tersirat (tidak tertulis) sangat banyak dijumpai di masyarakat  seperti: cara bergaul yang baik, berdaptasi dengan berbagai lingkungan sosial, bekerja sama, dan seterusnya. Lantas apa pula yang tersuruk alias yang tersembunyi yang akan dibaca, ya seperti jika ada teman ada yang biasanya periang tetapi berubah menjadi pendiam atau sebaliknya yang biasanya pendiam berubah menjadi periang maka bacalah tanda-tanda  itu mungkin saja hanya dengan Anda perlakuan tersebut atau berlaku sama bagi orang lain.

            Pantare ‘semua berubah’ kata Sokrates hal ini menunjukkan bahwa manusia sebagai insan kamil ‘mahluk paling sempurna’ pastilah juga mengalami perubahan. begitu juga dengan membaca membuat manusia berubah dari yang tidak memahami apa pun bisa menjadi ilmuwan terkenal, dengan membaca bisa menyulap secarik kertas menjadi maha karya, dengan membaca bisa mencipta pesawat ruang angkasa, dengan membaca bisa membuat yang sakit menjadi sehat  (maksudnya bukan dukun yang membaca mantera), dengan membaca ilmu pengetahuan dan budaya berkembang sedemikian rupa sehingga para ilmuwan bisa sampai ke ruang angkasa, dengan membaca ummat Islam mengetahui  perjalanan Isra’dan Mi’raj Nabi besar Muhammad Saw yang begitu luar biasa.

            Membaca pada akhirnya melahirkan kemampuan menulis, hal ini berarti bisa  mentransfer ilmu yang dimiliki secara lebih luas sehingga berguna buat manusia lainnya. Sebagaimana Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaat bagi manusia lainnya.      

 

 * Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU Medan