LANGKAT – Dekan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) didampingi Wakil Dekan III Prof Dr Anang Anas Azhar MA, Kaprodi S3 KPI Dr Ahmad Sampurna dan Kabag Tata Usaha FDK Asriani S.Ag beserta staf, bersilaturrahim ke Kediaman Tuan Guru Besilam Syekh Dr. H. Zikmal Fuad, MA, di Babussalam, Rabu (29/2026).
Kunjungan ini, merupakan kunjungan non-formal sekaligus memperkuat fondasi moral institusi melalui doa dan nasihat dari ulama. Ikut dalam kunjungan tersebut ke kediaman tuan guru, Rektor UINSU Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, bersama Wakil Rektor IV Prof Dr Muzakkir, Kepala Biro AUPK Dr Ibnu Sa’dan MA.
Kehadiran rombongan pimpinan FDK UINSU Medan disambut penuh kehangatan Syekh Zikmal Fuad. Pertemuan ini kata Dekan FDK, menjadi potret indah antara pemegang amanah otoritas akademik dan penjaga sanad spiritualitas di Sumatera Utara, yang bersama-sama berkomitmen membangun peradaban umat.
Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan bersilaturahmi dengan Tuan Guru. Dia menyebutkan sebagai pimpinan, dirinya merasa perlu untuk terus mendapatkan bimbingan spiritual agar setiap keputusan yang diambil selalu selaras dengan rida Allah SWT.
“Kami datang ke Babussalam untuk menjemput doa dan nasihat. Kami menyadari bahwa untuk terus membawa UINSU Medan menjadi kampus yang unggul dan diakui dunia, usaha lahiriah harus dibarengi dengan kekuatan spiritual. Doa dari Tuan Guru adalah penyemangat bagi kami dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa depan,” ungkap Prof. Nurhayati.
Tuan Guru Besilam, Syekh Dr. H. Zikmal Fuad MA menyebutkan mengelola lembaga pendidikan tinggi Islam seperti UINSU Medan adalah sebuah tugas suci atau khidmah. Beliau mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual yang dikembangkan di kampus harus senantiasa dibalut dengan kemuliaan akhlak.
“Kepemimpinan itu adalah amanah yang berat namun mulia. Jika dijalankan dengan keikhlasan dan kedekatan kepada Sang Pencipta, maka jalan yang sulit akan dimudahkan,” kata Syekh Zikmal Fuad.
Ia juga memberikan apresiasi atas langkah Prof. Nurhayati yang terus merangkul ulama dalam menjalankan roda kepemimpinan, seraya berpesan agar UINSU Medan terus menjadi lentera bagi masyarakat dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan penuh kasih sayang.
Kunjungan ini menegaskan kembali identitas UINSU Medan sebagai universitas yang tidak meninggalkan akarnya. Hubungan harmonis antara akademisi dan ulama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam membangun sinergi antara sains dan tasawuf. Silaturahmi diakhiri dengan ramah tamah yang hangat, di mana UINSU Medan membawa “bekal spiritual” yang berharga.
Kunjungan ke Besilam ini menjadi energi baru UINSU Medan untuk terus bertransformasi menuju universitas yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga teduh secara spiritual. ** a3


