Ratusan Mahasiswa Baru FDK UINSU Ikuti PBAK 2026

MEDAN – Ratusan mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Biro Rektor UINSU, Jalan Willem Iskandar, Medan, Rabu (02/09/2026).
Kegiatan PBAK FDK UINSU tahun ini mengusung semangat “Membentuk Generasi yang Unggul dalam Ilmu, Teguh dalam Keberagaman dan Rahmat bagi Semesta.” PBAK menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kehidupan perguruan tinggi, khususnya budaya akademik, sistem pembelajaran, tata kelola perkuliahan, kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai layanan yang mendukung keberhasilan studi mahasiswa di lingkungan FDK UINSU.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FDK UINSU Prof Dr Hasan Sazali MA, Wakil Dekan I Dr Hasnun Jauhari Ritonga MA, Wakil Dekan II Dr Elfi Yanti Ritonga MA, Wakil Dekan III sekaligus Ketua Panitia PBAK FDK UINSU Prof Dr Anang Anas Azhar MA, Kabag Tata Usaha FDK Asriani, S.Ag, serta seluruh Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FDK UINSU.
Dekan FDK UINSU Prof Dr Hasan Sazali MA dalam sambutannya menekankan PBAK tidak hanya menjadi kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. PBAK merupakan bagian penting dalam membentuk pola pikir mahasiswa agar sejak awal memahami karakter kehidupan akademik di perguruan tinggi.
Menurut dia, mahasiswa harus menyadari bahwa memasuki perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan akademik yang menuntut kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, serta kesungguhan dalam mengikuti proses pembelajaran.
“Mahasiswa FDK UINSU, saya harapkan mampu memanfaatkan masa studi secara produktif untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus mengembangkan karakter dan kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing,” katanya.
Budaya akademik tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui kebiasaan membaca, berdiskusi, menulis karya ilmiah, melakukan penelitian, mengikuti kegiatan seminar dan pengembangan keilmuan, serta membangun komunikasi akademik yang baik dengan dosen maupun sesama mahasiswa. Kemampuan akademik yang kuat menjadi modal utama mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Perhatian terhadap proses belajar mengajar juga menjadi bagian penting dalam PBAK FDK UINSU 2026. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem perkuliahan, peran dosen sebagai pengajar sekaligus pembimbing akademik, ketentuan akademik, proses pengisian rencana studi, mekanisme evaluasi pembelajaran, kegiatan praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga penyelesaian tugas akhir.
Wakil Dekan I FDK UINSU Dr Hasnun Jauhari Ritonga M.A menekankan pentingnya mahasiswa memahami sistem akademik sejak semester pertama. Pemahaman tersebut diperlukan agar mahasiswa mampu menyusun perencanaan studi secara terarah dan tidak mengalami berbagai persoalan administratif maupun akademik yang dapat memperlambat masa studinya.
Dia mengatakan, mahasiswa harus didorong untuk aktif berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik, mengikuti perkuliahan secara disiplin, menyelesaikan tugas tepat waktu, menjaga capaian indeks prestasi, serta mengambil jumlah mata kuliah sesuai kemampuan dan ketentuan akademik. Pola belajar yang terencana sejak awal diyakini dapat membantu mahasiswa menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dengan lebih efektif.
Sementara itu, Wakil Dekan III FDK UINSU sekaligus Ketua Panitia PBAK Prof Dr Anang Anas Azhar MA mengatakan, mahasiswa baru perlu membangun orientasi yang jelas sejak hari pertama memasuki kampus. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki target memperoleh gelar sarjana, tetapi harus memiliki target akademik, pengembangan kompetensi, pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, literasi digital serta kesiapan menghadapi dunia profesional.
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan mahasiswa adalah kemampuan menyelesaikan studi secara tepat waktu dengan prestasi akademik yang baik. Karena itu, mahasiswa perlu membuat perencanaan akademik sejak semester awal. Setiap semester harus memiliki target yang jelas, mulai dari penyelesaian mata kuliah, peningkatan kemampuan akademik, keterlibatan dalam kegiatan pendukung hingga persiapan penelitian dan tugas akhir.
“Saya mengingatkan mnahasiswa agar tidak menunda-nunda kewajiban akademik. Persoalan yang berkaitan dengan perkuliahan, administrasi akademik maupun proses pembimbingan perlu segera dikonsultasikan kepada program studi, dosen pembimbing akademik atau pimpinan fakultas. Komunikasi yang baik antara mahasiswa, dosen dan pengelola program studi menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penyelesaian studi,” katanya.
FDK UINSU, kata dia, melalui PBAK 2026 juga mendorong mahasiswa membangun keseimbangan antara kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Organisasi mahasiswa dipandang sebagai ruang pengembangan kepemimpinan, komunikasi, kreativitas dan kemampuan bekerja sama. Namun, aktivitas organisasi diharapkan tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab utama mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Dikatakan, PBAK sekaligus menjadi momentum memperkenalkan mahasiswa baru kepada struktur fakultas dan program studi. Melalui pengenalan tersebut, mahasiswa mengetahui pihak-pihak yang dapat membantu ketika menghadapi persoalan selama menjalani pendidikan. Ketua dan sekretaris program studi memiliki posisi strategis dalam mendampingi perjalanan akademik mahasiswa mulai dari awal perkuliahan hingga penyelesaian tugas akhir.
Selain penguatan akademik, mahasiswa baru juga diarahkan untuk menjaga etika, sopan santun, integritas, serta nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kampus. Sebagai mahasiswa UIN Sumatera Utara, kemampuan akademik diharapkan berjalan beriringan dengan pembentukan karakter Islami, sikap moderat, penghargaan terhadap keberagaman serta kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui pelaksanaan PBAK FDK UINSU Tahun 2026, pimpinan fakultas berharap mahasiswa baru memiliki gambaran yang utuh mengenai perjalanan pendidikan yang akan ditempuh. Mahasiswa diharapkan tidak lagi melihat perkuliahan sebagai rutinitas datang ke kelas dan mengikuti ujian, tetapi sebagai proses pembentukan kapasitas keilmuan, profesionalisme dan karakter.
Prof Anang mengatakan, pengenalan budaya akademik sejak awal juga diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan memerlukan perencanaan, kedisiplinan dan konsistensi. Dengan proses belajar mengajar yang terarah, pendampingan dosen, pelayanan program studi serta kesungguhan mahasiswa, FDK UINSU berkomitmen mendorong mahasiswa baru angkatan 2026 agar mampu berprestasi, produktif, memiliki kompetensi yang kuat, serta menyelesaikan studi secara cepat dan tepat waktu.
Kegiatan PBAK FDK UINSU 2026 berlangsung hanya satu hari, dengan semangat kebersamaan dan antusiasme mahasiswa baru. PBAK diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi baru FDK UINSU yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter Islami, adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara. ** MSJ