Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2014-05-16 | Waktu : 11:05:14
FDK Terima Dosen Universitas Malik Su’ud Saudi Arabia

Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN SU menerima tamu dosen dari Universitas Malik Su`ud Saudi Arabia untuk menjalin silaturrahmi sekaligus mengadakan dialog tentang "Perkembangan Dakwah di Timur Tengah" di Aula Pusat Bahasa dan Budaya IAIN SU, Selasa 13 Mei 2014.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Drs. Sahdi Hasibuan, M.Ag Wakil Dekan I Bidang Akademik. Kemudian sambutan sekaligus ucapan selamat datang oleh Dr. H. Abdullah, M.Si Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Selanjutnya ceramah dosen dari Universitas Malik Su`ud Saudi Arabia Dr. Saad Falah Al-`Urafy yang dirangkai dengan dialog.

Dalam kata sambutannya menggunakan bahasa Arab, Dr. H. Abdullah, M.Si mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dr. Saad Falah Al-`Urafy dan rombongan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Saat ini Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki empat program studi, yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Manejemen Dakwah (MD), dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Jumlah Dosen 70 orang dan mahasiswa 820 orang. Sebahagian mahasiswa berasal dari Malaysia dan Thailand.

Dalam ceramahnya, Dr. Saad Falah Al-`Urafy menyampaikan beberapa hal, diantaranya tentang  Islam di Indonesia, uegensi dakwah, situasi dakwah di Arab Saudi dan tantangan dakwah kini. Menurut beliau, Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.karena itu, Indonesia menjadi bagian penting dari dunia Islam. Kemudian tentang dakwah beliau mengatakan bahwa dakwah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nahl ayat 125. Kerajaan Arab Saudi mempunyai kementerian yang mengurusi tentang dakwah, yaitu kementerian urusan Islam. Kementerian ini menerapkan 2 pendekatan, yaitu konvensional dan terkini. Yang konvensional  seperti ceramah, khutbah, dan lain-lain. Sedangkan yang terkini seperti menggunakan televisi, internet (facebook, twitter) dan lain sebagainya. Penggunaan teknologi untuk kegiatan dakwah sangat penting dilakukan, sebab berdampak luas dan dapat diakses oleh banyak orang dari berbagai penjuru negara, lalu mereka bisa mendapatkan hidayah dari Allah Swt. Seperti kasus seorang pemuda di Brazil yang masuk Islam setelah membaca Alqur`an dan terjemahannya yang menggunakan bahasa Brazil di internet. Selanjutnya soal tantangan dakwah itu pasti ada dan bagaikan kerikil yang dilemparkan ke wajah para juru dakwah. Namun hal itu harus dihadapi dan dilalui, bukan membuat dakwah jadi berhenti. Rasul juga menghadapi tantangan, tapi beliau dapat mengatasinya hingga misi dakwah dapat terus berjalan. Tantangan dakwah kini diantaranya adalah berkembangnya paham sekuler dan paham syi`ah. Paham sekuler substansinya adalah menyingkirkan agama, dan paham Syi`ah ajarannya banyak yang menyimpang. Penyebarannya semakin meluas termasuk di Indonesia. Terkait dengan menjalin hubungan,  Dr. Saad Falah Al-`Urafy menyarankan agar dibangun komunikasi dengan Perguruan Tinggi atau Universitas yang ada di Arab Saudi, sehingga  dengan demikian kerjasama dapat terwujud dalam bentuk yang nyata dan strategis untuk kemaslahatan bersama. (ats).