Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2015-05-15 | Waktu : 09:46:51
FDK UIN - SU & BKKBN Jalin Kemitraan Penyuluhan Kependudukan

Pengendalian pertumbuhan penduduk di Indonesia merupakan agenda penting dilakukan pemerintah secara nasional. Ada tiga aspek diperbincangkan yaitu aspek kuantitas, aspek kualitas dan aspek mobilitas. Aspek kuantitas kepadatan penduduk Indonesia tercatat mencapai angka 238 juta jiwa, menempatkan Indonesia negara penduduk paling banyak pada nomor 4 di dunia setelah Cina, AS, India. Aspek kualitas, Indonesia memiliki kualitas rendah, terlihat dari indeks pembangunan manusia menempati ranking ke 108 dari 188 negara. Pada aspek mobilitas Indonesia memiliki persebaran penduduk timpang, 58 %  penduduk terkonsentrasi di Pulau Jawa, pada hal Pulau Jawa memiliki luas daratan 7 % dari total daratan Indonesia. Realitas ini turut menciptakan persoalan kehidupan dan pembangunan Indonesia mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan, perumahan, pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan dan lainnya. Atas dasar itu Fakultas Dakwah & Komunikasi UIN-SU (FDK UINSU) Prodi Bimpingan Penyuluhan Islam (BPI) memandang perlu dilakukan Workshop untuk mengeksplorasi lebih jauh berbagai persoalan dan mencari solusi sebagai kontribusi FDK kepada Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut serta penguatan kemampuan para mahasiswa menjadi konselor profesional dalam penyelesaian berbagai persoalan dihadapi. Demikian diungkapkan Dr. Nispul Khoiri, MA, Ketua Prodi BPI pada Workshop Konseling – Penyuluhan Kependudukan dan Keluarga Berencana, hari selasa, 05/04/2015.

            Wakil Dekan I Drs. Sahdin Hsb M.Ag, pada sambutannya mengatakan, dalam menyelesaikan problem Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB), FDK UIN-SU merupakan lembaga yang tepat sebagai mitra kerjasama. Apalagi FDK UIN-SU telah sejak lama menjadi mitra BKKN ditingkat pusat dan daerah. Peran agama tidak dapat dipisahkan dengan persolan kependudukan, disamping secara akademik Prodi BPI diarahkan pada pengembangan program, baik sifatnya fisiologis – fisiologikal – dukungan  keluarga dan lingkungan sosial serta budaya dengan mempertimbangkan tahapan – prinsip – strategi  dan tekhnik serta model konseling. Tentunya konseling yang dilakukan berupa konseling individual – konseling  agama – konseling  keluarga – konseling kelompok  pendidikan dan pelatihan – kunjungan  dan partisipasi sosial.  Korelasi visi dan misi Prodi BPI selaras dengan apa yang dilakukan BKKBN  dalam mengatasi masalah kependudukan – KB  dan pembangunan keluarga sejahtera.

            Mewakili BKKBN Sumut hadir Kepala Bidang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ibu Dra. Rosmawati, MM, pada paparannya menegaskan BKKBN sangat membutuhkan FDK UIN – SU.  Ke depan BKKBN akan mengakomodasi mahasiswa untuk dilatih sebagai tenaga Penyuluh Kependudukan dan KB. Sekretaris panitia Workshop  Muktarruddin MA, yang juga Kepala Lab. Konseling FDK UIN – SU mengatakan, pelaksanaan workshop ini akan dilanjutkan dengan menjalin MOU dalam rangka penguatan kerjasama kedua belah pihak. Workshop ini berlangsung satu hari, output workshop melahirkan buku Bank Masalah & Solusinya sebagai Pedoman Konseling dan Penyuluhan FDK UIN-SU.